HarianBisnis.id- PT Astra Opatris Tbk mencatatkan kinerja cemerlang pada tiga bulan pertama 2026. Laba bersih konsolidasian perusahaan komponen otomotif terbesar di Tanah Air ini tumbuh 10,6 persen menjadi Rp558,9 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan perseroan pun ikut melesat 7,4 persen, dari Rp4,9 triliun menjadi Rp5,3 triliun. Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, mengatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan fundamental usaha yang kuat di tengah dinamika industri.
“Pertumbuhan pada kuartal I 2026 mencerminkan fundamental usaha yang kuat, didukung keseimbangan kontribusi segmen manufaktur dan perdagangan, baik di pasar domestik maupun ekspor,” ujar Yusak dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4).
Menariknya, segmen perdagangan mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni 13,1 persen menjadi Rp2,6 triliun. Lonjakan ini tidak lepas dari momen libur Lebaran pada Maret 2026. Aktivitas servis dan penggantian komponen kendaraan meningkat tajam karena masyarakat menyiapkan kendaraan untuk mudik dan arus balik.
Seluruh jaringan bengkel dan ritel merespons lonjakan permintaan tersebut, mendorong penjualan di jaringan distribusi perseroan. Hingga kuartal I 2026, Astra Otoparts mengoperasikan 659 gerai ritel modern, termasuk 43 Astra Otoservice, 410 Shop & Drive, serta 109 Motoquick.
Sementara itu, segmen manufaktur tumbuh 2,5 persen menjadi Rp2,7 triliun, didorong permintaan dari pelanggan OEM kendaraan roda dua. Perseroan juga terus memperkuat pengembangan komponen kendaraan listrik (xEV) dan memproduksi mesin pengisian daya dengan merek ALTRO.
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat Rp23,6 triliun atau naik 4,2 persen. Ekuitas juga meningkat 3,1 persen menjadi Rp17,5 triliun. Struktur keuangan yang solid ini diharapkan mampu mendukung ekspansi usaha ke depan, termasuk diversifikasi ke industri alat kesehatan dan komponen alat berat.
Untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional, Astra Otoparts melalui Astra Otopower telah mengoperasikan 69 unit pengisian daya di 59 lokasi di Indonesia hingga Maret 2026. (*)
