Beranda » Ethical AI Hidupkan Relief Borobudur: Galeri Indonesia Kaya Buka 8 Zona Imersif Gratis

Ethical AI Hidupkan Relief Borobudur: Galeri Indonesia Kaya Buka 8 Zona Imersif Gratis

by Amalia Putri

HarianBisnis.id-Galeri Indonesia Kaya resmi membuka pengalaman imersif terbaru bertajuk Purwacarita Borobudur pada Selasa (1/9/2026).

Pengunjung dapat menikmati delapan zona interaktif berbasis Ethical AI secara gratis di West Mall Grand Indonesia Lantai 8.

Pameran ini berlangsung hingga Desember 2026 dan mengajak masyarakat menelusuri asal mula penciptaan Candi Borobudur.

Purwacarita Borobudur merupakan kolaborasi Galeri Indonesia Kaya bersama Bening Digital Indonesia dan Curaweda.

Berbeda dari pameran imersif sebelumnya tentang Basoeki Abdullah pada 2024-2025, kali ini fokus pada sejarah dan kosmologi Borobudur.

Candi Borobudur sendiri merupakan candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-8 oleh Dinasti Syailendra.

UNESCO menetapkan Kompleks Candi Borobudur sebagai Situs Warisan Dunia pada 1991.

Terdapat 2.672 panel relief yang menghiasi dinding candi, terdiri dari 1.460 relief naratif dan 1.212 relief dekoratif.

Relief-relief tersebut membentang sepanjang 3.000 meter dan menutup area seluas 2.500 meter persegi.

Purwacarita Borobudur menghadirkan delapan pengalaman imersif yang mengangkat kisah dari relief-relief tersebut.

Zona pertama adalah Sapa Borobudur, pengantar visual mengenai lanskap dan latar zaman berdirinya candi.

Kedua, Karmawibhangga dan Avadana menghidupkan kisah pada kedua relief melalui teater imersif.

Ketiga, Batu Carita memungkinkan pengunjung berinteraksi dengan empat tokoh: Raja Samaratungga, Putri Pramodhawardhani, Sudhana, dan Manohara.

Keempat, Mandala mengajak pengunjung menapaki rute sakral peziarah purba dari Candi Mendut dan Candi Pawon menuju Stupa Induk.

Kelima, Jelajah Borobudur menghadirkan simulasi petualangan menuju kawasan Borobudur dan candi-candi di sekitarnya.

Keenam, Buku Carita mengisahkan perjalanan Putri Pramodhawardhani dalam memahami visi Raja Samaratungga membangun Borobudur.

Ketujuh, Harmoni Borobudur menampilkan gambaran alam masa lalu dengan satwa yang merespons gerak pengunjung melalui sensor.

Kedelapan, Asal Mula Borobudur The Movie menjadi sajian utama di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.

Program Director Galeri Indonesia Kaya Renitasari Adrian mengatakan teknologi AI sangat berguna untuk menyambungkan sejarah masa lalu dengan generasi kini.

“Kami ingin sejarah tidak hanya dipelajari, tetapi juga dapat dirasakan dan dieksplorasi,” ujarnya dalam konferensi pers.

Persiapan pameran ini berlangsung selama enam bulan, mulai dari pintu masuk hingga area keluar galeri.

Founder dan CEO Curaweda Azhar Muhammad Fuad menegaskan teknologi dalam proyek ini ditempatkan sebagai alat bantu visualisasi.

“AI kami perlakukan sebagai kuas, sementara kanvasnya tetap fakta sejarah yang telah divalidasi para ahli,” ujar Azhar.

Narasi dan visual yang muncul tidak dibuat secara bebas oleh AI.

Materi pameran mengacu pada riset sejarah dan melewati validasi akademik Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Penggambaran busana, artefak, arsitektur, dan elemen visual lainnya juga melalui validasi Museum dan Cagar Budaya.

Kurator dari Departemen Sejarah FIB UGM, Dr. Sri Margana, menekankan pentingnya menjaga konteks sejarah dalam penerjemahan ke medium digital.

“Teknologi digital memiliki potensi besar untuk mendekatkan sejarah kepada publik, selama teknologi mengikuti disiplin sejarah,” ujar Margana.

Prasasti Karangtengah tahun 824 M dan Prasasti Tri Tepusan tahun 842 M menjadi sumber utama narasi pameran.

Dalam prasasti tersebut, Candi Borobudur disebut sebagai Kāmulan i Bhūmisambhāra atau kuil nenek moyang.

President Director Bening Digital Indonesia Lia Marliana mengatakan gagasan ini berangkat dari kebutuhan menyampaikan sejarah Borobudur dengan cara lebih mudah dipahami.

“Mereka pulang tidak membawa cerita,” ujarnya menyoroti pentingnya komunikasi sejarah kepada masyarakat.

Purwacarita Borobudur menjadi bagian dari upaya Galeri Indonesia Kaya memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia.

Galeri Indonesia Kaya yang menginjak usia 13 tahun terus menghadirkan ruang edutainment bagi publik di pusat kota Jakarta.

Pameran ini dapat menjadi bekal bagi pengunjung sebelum berkunjung langsung ke Borobudur di Magelang.

Masyarakat juga dapat menemukan kembali makna relief, arsitektur, dan cerita yang telah mereka saksikan sebelumnya.

Purwacarita Borobudur membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal kisah di balik salah satu mahakarya Indonesia.

Pengunjung dapat menikmati seluruh pengalaman imersif secara gratis hingga Desember 2026 di Galeri Indonesia Kaya.

You may also like

Leave a Comment