HarianBisnis.id-Sebanyak delapan faktor teknis dan nonteknis menjadi penyebab utama konsumsi bahan bakar minyak (BBM) mobil membengkak. PT Astra International Tbk – Toyota Sales Operation melalui Auto2000 merilis daftar lengkap faktor tersebut di tengah pemberlakuan aturan pembatasan konsumsi bensin bersubsidi oleh pemerintah.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, menjelaskan bahwa efisiensi kendaraan tidak hanya bergantung pada teknologi mesin atau fitur eco-driving yang disematkan Toyota. “AutoFamily harus pintar mengelola penggunaan bensin pada mobil. Langkah yang dilakukan terkait bagaimana merawat dan mengemudikan mobil di jalan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima, Senin (18/5).
Pertama, tekanan ban kurang. Kondisi ini memaksa mobil membutuhkan tenaga ekstra, terutama saat stop and go di kemacetan. Kedua, mobil overload atau kelebihan muatan. Setiap mobil memiliki batas maksimal beban; melampauinya otomatis memicu konsumsi BBM lebih tinggi.
Ketiga, mengemudi agresif. Kebiasaan memacu mobil membuat komputer mesin menambah suntikan BBM ke ruang bakar secara terus-menerus. Keempat, modifikasi mobil—terutama penggantian pelek lebih besar, ban lebih lebar, atau penambahan spoiler yang menambah bobot dan downforce.
Kelima, tidak mengisi BBM sesuai rekomendasi Toyota. Penggunaan oktan tidak tepat dapat menyebabkan knocking, memaksa pengemudi menginjak pedal gas lebih dalam. Keenam, lupa ganti oli mesin. Oli yang sudah berubah sifat kimianya menurunkan kemampuan pelumasan, membuat mesin bekerja lebih berat.
Ketujuh, tidak menggunakan mode berkendara ECO. Fitur ini memang mengurangi tenaga, tetapi sangat memadai untuk jalan perkotaan. Kedelapan, malas servis berkala di bengkel resmi. Servis rutin memastikan filter, kaki-kaki, dan komponen penting lain selalu prima.
Pemerintah baru-baru ini menerapkan pembatasan konsumsi bensin subsidi sebagai respons atas kondisi politik global. Auto2000 menilai bahwa meskipun mobil Toyota sudah dirancang efisien, perilaku pengemudi dan perawatan yang abai dapat menyia-nyiakan teknologi tersebut.
Seluruh pemilik mobil Toyota, terutama yang menggunakan kendaraan untuk mobilitas harian di perkotaan. Auto2000 merekomendasikan pengecekan tekanan ban setiap dua minggu, mengganti oli sesuai jadwal, serta rutin melakukan servis di bengkel resmi.
Selain mengikuti delapan poin di atas, Nur Imansyah Tara menekankan pentingnya disiplin dalam perawatan. “Efisiensi kendaraan atau eco-driving dipengaruhi oleh gaya berkendara hingga servis berkala. Gunakan mode ECO, jangan memuat barang berlebihan, dan patuhi rekomendasi bahan bakar dari pabrikan,” pungkasnya.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, konsumsi BBM dapat terjaga optimal—hemat di kantong sekaligus ramah lingkungan. (*)
