HarianBisnis.id-Honda Motor Co., Ltd. memaparkan arah strategis globalnya di tengah pusaran transisi otomotif dunia. Bukan sekadar mengejar elektrifikasi penuh, pabrikan asal Jepang ini justru memperkuat lini kendaraan hybrid generasi terbaru. Dalam world premiere yang digelar di Tokyo, Rabu (14/5), Honda menampilkan dua prototipe: Honda Hybrid Sedan Prototype dan Acura Hybrid SUV Prototype.
Keduanya direncanakan masuk pasar dalam dua tahun ke depan. Toshihiro Mibe, Global CEO Honda, menjelaskan bahwa sistem hybrid yang diusung benar-benar baru – mulai dari platform, sistem penggerak, hingga unit elektrik AWD yang dirancang ulang dari awal. “Kami ingin memastikan transformasi menuju elektrifikasi tetap sejalan dengan karakter berkendara yang menyenangkan, ciri khas Honda,” ujarnya.
‘Triple Half’ dan Target 15 Model
Honda menargetkan 15 model baru dari generasi teknologi ini hingga akhir tahun fiskal 2030. Mulai 2027, peluncuran bertahap akan dilakukan di sejumlah pasar prioritas global. Untuk mempercepat pengembangan, Honda menerapkan pendekatan Triple Half – pemangkasan biaya, waktu, dan beban pengembangan hingga separuhnya dibanding posisi tahun 2025.
Efisiensi energi generasi ini diklaim 10 persen lebih baik dari pendahulunya. Karakter berkendara juga dibuat lebih responsif. Ke depan, sistem operasi ASIMO OS – yang sebelumnya dikembangkan untuk kendaraan listrik murni – akan diterapkan pula pada model-model hybrid generasi baru ini.
Asia Termasuk ASEAN Jadi Prioritas
Dalam peta jalan globalnya, Honda menempatkan Asia – termasuk India dan kawasan ASEAN – sebagai bagian strategis pertumbuhan jangka panjang. Generasi teknologi terbaru ini akan dihadirkan di kawasan tersebut dengan pendekatan yang disesuaikan karakter dan kebutuhan konsumen lokal, bukan sekadar adaptasi dari model global.
Selain pengembangan kendaraan, Honda terus memperkuat fondasi untuk mobilitas masa depan: platform kendaraan listrik generasi berikutnya, teknologi baterai solid-state, hingga sistem ADAS terbaru yang direncanakan hadir mulai 2028.
Investasi 6,2 Triliun Yen
Untuk mendukung seluruh peta jalan ini, Honda mengalokasikan total investasi global sebesar 6,2 triliun yen dalam tiga tahun ke depan. Angka itu mencakup pengembangan kendaraan, investasi perangkat lunak sebesar 1 triliun yen, serta percepatan elektrifikasi secara menyeluruh.
Seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen Honda menuju carbon neutrality pada 2050. Namun, Mibe menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh mengorbankan kesenangan berkendara. “Honda akan terus menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini, tetapi tetap mempertahankan pengalaman berkendara yang menjadi ciri khas kami,” pungkasnya.
Dengan strategi ini, Honda memilih jalur hybrid sebagai jembatan menuju masa depan elektrifikasi – tanpa meninggalkan DNA yang selama ini dipercaya konsumen di seluruh dunia. (*)
