HarianBisnis.id-Sebuah teknologi yang lahir lebih dari empat dekade lalu, dari pengamatan sederhana terhadap kendaraan militer di lintasan bersalju, kini masih menjadi standar global untuk performa. Itulah quattro, sistem penggerak empat roda khas Audi yang tak lekang oleh waktu.
Cerita dimulai pada akhir 1970-an. Para insinyur Audi melakukan pengujian di wilayah bersalju Eropa Utara. Di sana, mereka melihat sebuah Volkswagen Iltis – kendaraan militer ringan dengan penggerak empat roda – mampu melaju stabil di medan ekstrem. Sebuah pertanyaan kemudian mengubah industri otomotif: bagaimana jika konsep ini diterapkan pada mobil performa yang tetap ringan dan nyaman untuk sehari-hari?
Pada 1980, di Geneva Motor Show, Audi memperkenalkan Audi quattro – mobil performa produksi massal pertama dengan sistem permanent all-wheel drive. Inovasi itu menjadi titik balik. Untuk pertama kalinya, distribusi tenaga ke empat roda tidak hanya untuk off-road, tetapi untuk meningkatkan stabilitas dan kontrol dalam berkendara harian.
Mengguncang Dunia Reli
Tak lama setelah lahir, quattro langsung diuji di panggung paling ekstrem: World Rally Championship (WRC) awal 1980-an. Di lintasan bersalju, kerikil, maupun basah, mobil lain kehilangan traksi, tetapi Audi justru unggul kendali.
Dominasi di era Grup B melalui Audi Sport quattro menjadikan teknologi ini salah satu inovasi paling berpengaruh dalam sejarah motorsport. Sejak saat itu, quattro berkembang menjadi standar baru performa modern dan memperkuat identitas Audi sebagai merek dengan DNA balap.
Dari Q3 hingga S3 di Indonesia
Kini, warisan quattro terus hidup pada berbagai model Audi di Tanah Air. Audi Q3 menghadirkan stabilitas harian saat hujan atau tikungan perkotaan. Audi Q7 dan Q8 memadukan quattro dengan dimensi SUV premium untuk perjalanan jarak jauh yang stabil di kecepatan tinggi. Sementara Audi S3 terbaru mewakili DNA motorsport dengan akselerasi presisi dan handling stabil.
“Bagi Audi, performa bukan sekadar kecepatan, tetapi tentang kontrol, kepercayaan diri, dan pengalaman berkendara yang utuh,” demikian pernyataan Audi Indonesia dalam siaran pers yang dirilis Rabu (12/5).
Memasuki era elektrifikasi, quattro berevolusi menjadi electric quattro dengan distribusi tenaga digital pada lini Audi e-tron global. Hingga saat ini, lebih dari 10 juta kendaraan dengan teknologi quattro telah diproduksi di seluruh dunia.
Ke depan, Audi Indonesia mempersiapkan babak baru dengan lini kendaraan terbaru yang lebih progresif dan dinamis. Namun satu hal pasti: DNA quattro akan tetap menjadi jantung dari setiap pengalaman berkendara khas Audi. (*)
