HarianBisnis.id-Di sebuah ruang rapat Gedung AXA Tower, Kuningan City, Jakarta Selatan, keputusan besar diambil. Bukan restrukturisasi biasa, melainkan perpisahan yang dirancang melahirkan entitas baru. AXA Sharia Life Insurance lahir dari pemisahan unit usaha syariah AXA Financial Indonesia. Sebuah babak baru dimulai.
PT AXA Sharia Life Insurance resmi memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan surat Nomor KEP-76/D.05/2026 tertanggal 8 September 2026. Langkah ini menandai perjalanan baru AXA di Indonesia dalam mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional yang terus tumbuh pesat.
Perjalanan menuju pemisahan bukan perkara singkat. AFI menyampaikan Rencana Kerja Final Pemisahan Unit Syariah kepada OJK pada 18 November 2025 dan memperoleh persetujuan 5 Desember 2025. ASLI didirikan 30 Desember 2025 dan disahkan Kementerian Hukum pada 12 Januari 2026.
Pendirian ASLI bukan keputusan tiba-tiba. POJK Nomor 11 Tahun 2023 tentang Pemisahan Unit Syariah mewajibkan perusahaan asuransi memisahkan unit syariahnya paling lambat 31 Desember 2026. Regulasi ini menjadi fondasi lahirnya ASLI. OJK mencatat 28 hingga 29 perusahaan melakukan spin off sepanjang 2026.
Data OJK per Juni 2026 menunjukkan industri asuransi syariah mencatatkan kontribusi Rp11,73 triliun. Total aset mencapai Rp51,51 triliun, tumbuh 8,36 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Pangsa asetnya terhadap industri asuransi komersial naik dari 5,06 persen menjadi 5,32 persen.
Aset asuransi jiwa syariah mencapai Rp37,36 triliun pada periode yang sama. Pada Mei 2026, aset tercatat Rp37,72 triliun, naik dibanding Mei 2025 senilai Rp34,48 triliun. Pertumbuhan konsisten ini menunjukkan geliat segmen syariah yang semakin diperhitungkan di pasar nasional.
Tingkat penetrasi asuransi Indonesia sebesar 2,27 persen pada 2022 dan ditargetkan naik menjadi 3,2 persen pada 2027. Namun inklusi asuransi berada di 16,6 persen, sementara literasi mencapai 31,7 persen. SNLIK 2025 mencatat literasi keuangan syariah 43,42 persen dan inklusi syariah hanya 13,41 persen.
Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan. Pendirian ASLI merupakan wujud nyata komitmen AXA Group mendorong kemajuan masyarakat. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dunia, Indonesia berada pada posisi strategis yang sangat kuat.
Bukit Rahardjo, Presiden Direktur AXA Sharia Life Insurance, menambahkan ASLI hadir dengan tujuan jelas. Sebagai entitas mandiri, ASLI dapat fokus mengembangkan solusi, distribusi, layanan, dan kemitraan yang relevan dengan karakteristik pasar syariah Indonesia. Visinya menjadi perusahaan asuransi jiwa syariah terdepan.
Kehadiran AXA Sharia Life Insurance melengkapi solusi AXA di Indonesia. Dengan struktur entitas berdiri sendiri, ASLI memiliki landasan lebih kuat mengembangkan bisnis, inovasi produk, dan kemitraan strategis. Di tengah 251 juta penduduk Muslim, ASLI mengundang masyarakat merencanakan masa depan lebih tenang.
