HarianBisnis.id-Kehadiran Toyota New Veloz Hybrid EV semakin membuka mata masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi. Harga yang lebih bersahabat membuat mobil hybrid irit bensin dan rendah emisi ini kian dilirik.
Namun, masih banyak calon pengguna yang bertanya-tanya soal baterai. Auto2000, jaringan dealer resmi Toyota, pun memberikan penjelasan lengkap.
“AutoFamily perlu memahami teknologi baterai tegangan tinggi sebagai komponen penting agar mobil lebih hemat bensin,” ujar Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, Jumat (3/4).
Apa saja yang perlu diketahui? Pertama, jenis baterai. Veloz Hybrid EV menggunakan baterai lithium-ion kompak berkapasitas sekitar 0,7 kW. Baterai ini menghasilkan tenaga 80 PS pada motor listrik dan meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 40 persen dibanding model bensin—dengan konsumsi mencapai 28,9 km per liter.
Kedua, lokasinya. Toyota menempatkan baterai di bawah jok penumpang depan. Posisi ini tidak mengurangi area kabin maupun bagasi, sekaligus menjaga keseimbangan bobot kendaraan.
Ketiga, sistem isi ulang otomatis (self charging). Tidak perlu mencari charging spot. Baterai terisi sendiri saat pengereman atau deselerasi. Ini memudahkan mobilitas hingga ke daerah terpencil.
Lalu, apa yang sering disalahpahami? Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Sapta Nugraha, mengingatkan dua hal penting.
“Jangan khawatir jika indikator baterai hybrid tidak sampai 100 persen. Itu normal. Baterai didesain tidak terisi penuh untuk menjaga keawetan dan memberi ruang saat regenerative braking,” jelasnya.
Peringatan lain: jangan pernah menutup kisi-kisi udara pendingin baterai yang berada di sisi penutup baterai. Banyak pengguna Innova Zenix Hybrid EV yang menutupnya, akibatnya sistem pendingin terganggu dan baterai cepat panas.
Soal garansi, Auto2000 memberikan masa perlindungan 8 tahun atau 160.000 km untuk baterai hybrid (mana tercapai lebih dulu). Sedangkan aki kecil (auxiliary battery) mendapat garansi 1 tahun atau 20.000 km.
Jika mobil ditinggal libur panjang lebih dari tiga hari, panaskan mesin secara berkala agar aki kecil terisi dan oli bersirkulasi. Dan yang terpenting: jika motor listrik mati, mobil hybrid tidak bisa dijalankan sama sekali. Namun, layanan darurat Emergency Roadside Assistant siap membantu 24 jam. (*)
