HarianBisnis.id-Dalam ajang GIIAS 2025, UD Trucks Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi logistik nasional melalui inovasi teknologi ramah lingkungan dan digitalisasi armada.
Dengan mengusung tema efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan, UD Trucks menanggapi tantangan logistik Indonesia, di mana biaya logistik masih mencapai 23% dari PDB (data LPI 2023), akibat inefisiensi armada dan konsumsi bahan bakar.
Perusahaan hadirkan tiga pendekatan utama:
Teknologi Mesin Euro 5: Truk Quester kini dilengkapi teknologi SCR (Selective Catalytic Reduction) yang mampu menekan emisi NOx hingga 85%, mendukung transisi kendaraan ke arah Net Zero Emission 2060.
Transmisi Otomatis ESCOT: Bantu pengemudi hemat bahan bakar hingga 10%, serta mengurangi kelelahan berkendara.
Digitalisasi Armada dengan My UD Fleet: Sistem ini memungkinkan pemantauan real-time, analisis perilaku pengemudi, penjadwalan perawatan, dan optimalisasi rotasi armada, yang berdampak langsung pada pengurangan downtime dan efisiensi operasional.
Perwakilan UD Trucks, Catur Satyawira, menekankan bahwa teknologi harus menjadi solusi, bukan hanya fitur. Seluruh inovasi telah terbukti efisien di berbagai kondisi lapangan.
Selain efisiensi, aspek keselamatan turut diperhatikan lewat fitur-fitur seperti ABS, ESC, dan kabin ergonomis pada truk Quester untuk meminimalkan kecelakaan kerja di sektor angkutan.
Menurut Yusuf Nugroho dari Kemenhub, telematika seperti My UD Fleet memainkan peran penting dalam kebijakan transportasi berbasis data.
Data armada mendukung pemantauan keselamatan, perencanaan infrastruktur, hingga pelatihan pengemudi.
Dengan pendekatan menyeluruh, UD Trucks tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga solusi sistem terintegrasi yang cerdas, aman, dan berkelanjutan, menjadikannya mitra transformasi bagi industri logistik Indonesia.
