HarianBisnis.id-Industri asuransi jiwa 2024 mencatat pendapatan premi Rp185,39 triliun, naik 4,3% dari tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh premi bisnis baru Rp108,32 triliun dan premi lanjutan Rp77,07 triliun.
Produk asuransi tradisional menyumbang 59,5% dari total premi, dengan kenaikan 18,7% menjadi Rp110,36 triliun.
Asuransi syariah juga tumbuh 10,4%, mencapai Rp22,61 triliun, mencerminkan peningkatan minat masyarakat.
Jumlah tertanggung melonjak 80,1% menjadi 154,64 juta orang, terutama didorong oleh segmen kumpulan yang naik 107,7%.
Industri membayar total klaim dan manfaat Rp160,07 triliun kepada 9,08 juta penerima manfaat.
Klaim meninggal dunia mencapai Rp11,29 triliun, memberikan perlindungan finansial bagi keluarga nasabah.
Akhir kontrak meningkat 13,9% menjadi Rp18,30 triliun, menunjukkan manfaat jangka panjang asuransi.
Klaim surrender turun 13,3% menjadi Rp77,15 triliun, mencerminkan kesadaran proteksi yang lebih baik.
Partial withdrawal naik 17% menjadi Rp19,87 triliun, menegaskan polis asuransi sebagai solusi likuiditas.
Klaim kesehatan meningkat 16,4% menjadi Rp24,18 triliun, dengan pertumbuhan yang lebih terkendali.
Total aset industri naik 0,7% menjadi Rp616,75 triliun, sementara investasi mencapai Rp541,40 triliun.
Surat Berharga Negara (SBN) menjadi investasi terbesar, naik 11,9% menjadi Rp205,03 triliun.
Investasi di saham dan reksa dana masing-masing menyumbang 24,7% dan 12,9% dari total portofolio.
Kinerja positif ini menunjukkan komitmen industri dalam melindungi masyarakat dan mendukung perekonomian.
