HarianBisnis.id-Indonesia memiliki banyak talenta muda berprestasi, termasuk pengusaha muda yang sukses di bisnisnya.
Beragam inovasi dan produk dihasilkan anak-anak bangsa ini. Kesuksesan mereka bisa menjadi teladan dan mampu menyerap tenaga kerja.
Founder Gojek Nadiem Makarim adalah salah satu dari pengusaha muda sukses di Indonesia. Kabar baiknya, Indonesia punya banyak pengusaha muda seperti Nadiem Makarim.
Nah, para pengusaha muda Indonesia yang dibahas di artikel ini memanfaatkan berbagai fitur teknologi. Berbagai kisah sukses pengusaha muda ini bisa menginspirasimu untuk memulai usaha rintisan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.
Jadi, buat kamu yang sedang atau akan merintis usaha, yuk kita simak kisah bisnis para pengusaha muda Indonesia. Harapannya, kamu akan terinspirasi dan tergerak memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk merintis bisnis yang bermanfaat bagi Indonesia.
menjadi startup unicorn ke-7 di Indonesia usai mendapatkan pendanaan seri B senilai 153 juta dolar AS atau sekitar Rp2,2 Triliun. Performa Ajaib menjadikan Anderson Sumarli dinobatkan sebagai salah satu dari 40 under 40 Fortune Indonesia.
Jejak kesuksesan Anderson Sumarli bisa dirunut sejak sebelum jadi pendiri Ajaib. Anderson terhitung sebagai anak muda sukses dalam sektor bisnis keuangan. Anderson mengawali karirnya di 2014 hingga 2016 sebagai chief analytics office di IBM, sebuah perusahaan teknologi multinasional.
Abraham Victor, Hangry
Abraham Viktor adalah CEO PT Modular Kuliner Indonesia (Hangry), sebuah perusahaan startup kuliner multibrand-cloud kitchen pertama di Indonesia. Secara garis besar, bisnis Hangry menjadikan berbagai jenis makanan-minuman dari sejumlah merk kuliner dihasilkan dari 1 dapur besar yang hanya melayani pesanan online.Cara Abraham mengembangkan bisnis Hangry pada masa pandemi COVID-19 terbukti berdaya.
Bagi Abraham Viktor, kejelian bisnis yang ia miliki bisa diringkas dalam sebuah pola pikir bernama underdog mindset.
Dengan pola pikir tersebut, Abraham Viktor sukses membesarkan bisnis Hangry di masa pandemi. Ketika banyak perusahaan kuliner goyang di masa pandemi Covid-19, Hangry justru mampu mencetak penjualan hingga belasan ribu per hari dan menambah outlet di sejumlah daerah Indonesia.
Felix Soesanto, Pengusaha Properti
Kisah suksesnya bisa menjadi teladan bagi siapapun yang ingin merintis usaha menuju kesuksesan.
Felix merupakan sosok pekerja keras, memiliki insting bisnis yang sangat kuat. Setelah merampungkan kuliahnya, keponakan Henry Soesanto crazy rich asal Filipina ini, tak langsung terjun menjadi pengusaha.
Hal ini lantaran ingin bekerja terlebih dahulu di perusahaan keuangan, untuk menghimpun modal kerja, membangun jejaring kerja, serta mengasah kompetensi.
Beberapa tahun setelah mengawali bisnis menara telekomunikasi itu, pengusaha berusia 40 tahun inipun, merambah bisnis lainnya, di antaranya properti.
Felix dikenal sebagai pemegang saham mayoritas PT Agung Alam Anugrah (AAA Properties), perusahaan induk Bumi Benowo. Perusahaan ini membidik pertumbuhan bisnis seiring dengan program pembangunan infrastruktur yang berdampak terhadap bisnis logistik.
Hingga saat ini, perusahaan propertinya telah memiliki total lahan seluas hampir 200 hektar di berbagai kota, dengan berbagai macam proyek properti mulai dari pergudangan, residensial, komersial (ruko) hingga apartemen. Bahkan perusahaan ini masih memiliki lahan seluas 15 hektar di Jakarta.
Andi Nata, Raja Aqiqah
Andi Nata adalah pendiri Raja Aqiqah yang bergerak di program layanan dan jasa masakan aqiqah, seperti jasa penyediaan kambing, jasa masak gulai dan sate kambing, serta produk kuliner lain. Meski awalnya tidak bisa memasak, kerja keras Andi selama bertahun-tahun terbayarkan menjadi sebuah bisnis dengan ceruk pasar yang luas. Produk-produk Raja Aqiqah kini bisa menembus pasar elit, seperti Hotel Four Season, sejumlah hotel bintang empat di Jakarta, dan sejumlah figur publik nasional.
Archie Carlson, Stickearn
Archie Carlson adalah pendiri Stickearn bersama Sugito Alim. Perusahaan yang menawarkan jasa pengiklan bagi pemilik mobil ini berdiri pada 2017 dan sudah melayani lebih dari 2.000 klien dan 17 industri Indonesia serta memberdayakan 60.000 pengemudi di seluruh Indonesia.
Archie Carlson memiliki latar belakang pendidikan ekonomi di New York University. Setelah lulus kuliah, Archie malang melintang di berbagai perusahaan multinasional, seperti AliBaba dan Orbium (Accenture Wealth Management).
Dengan modal pengalaman bekerja di perusahaan multinasional, Archie Carlson pun kembali ke Indonesia, berkumpul dengan teman-temannya, dan mendirikan StickEarn.
Sebagai biro iklan, StickEarn memberikan inovasi layanan pemasaran non-digital. Kalau kamu sering melihat iklan yang diletakkan di kaca bagian belakang mobil pribadi, maka bisa jadi kamu sedang melihat produk StickEarn.
