HarianBisnis.id-Aroma kopi Sumatra hangat menyambut penumpang Citilink QG686 rute Jakarta–Denpasar pada 22 Oktober 2026. Starbucks Indonesia membawa pengalaman kedai ke ketinggian 35.000 kaki melalui program Barista on Board. Momen itu membuka rangkaian perayaan Bulan Kopi Internasional 2026 secara resmi.
Di kabin, Regional Coffee Ambassador Maria Triana menyajikan kopi Sumatra kepada penumpang. Ia mengajak mereka menikmati cita rasa khas Indonesia di tengah penerbangan. Penumpang juga berkreasi lewat doodling pada gelas kertas Starbucks yang ikonik. Enam karya terbaik mendapat hadiah menarik.
Dua hari berselang, SLAC 2026 digelar di gerai Starbucks WTC 5 Jakarta. Kompetisi internal nasional itu mempertemukan sepuluh finalis dari berbagai kota. Mereka lolos penyisihan sejak Juli 2026 bersama lebih dari 500 barista Starbucks Indonesia. Ajang puncak berlangsung 24 Oktober.
SLAC 2026 merayakan keahlian, kreativitas, dan bakat partner melalui tiga format. Formatnya Championship, Art Bar, Virtual Latte art Championship, serta Latte Art Throwdown. Throwdown mengajak komunitas latte di luar Starbucks ikut berkompetisi. Ajang ini memperkuat budaya belajar dan koneksi antarmanusia.
Anthony Mc Evoy, Managing Director PT Sari Coffee Indonesia, menyebut craft sebagai nilai mendasar Starbucks. Menurutnya, latte art bukan sekadar kompetisi. Ia menjadi perayaan keahlian, perjalanan pengembangan diri, dan kesempatan meningkatkan pengalaman menikmati kopi bagi partner serta pelanggan di Indonesia.
Tahun ini menandai SLAC ke-10 di Indonesia. Sejak penyisihan Juli 2026, lebih dari 500 barista bersaing. Sepuluh finalis terbaik berlaga di grand final. Fellicia Andrean menyebut kompetisi sebagai apresiasi nyata terhadap semangat dan kreativitas barista Starbucks Indonesia sepanjang satu dekade.
Sepuluh finalis unggulan itu berasal dari Jakarta, Surabaya, Bali, Tangerang, Tegal, dan Medan. Nama mereka Juan Axel Phalipin, Handika Firmansyah, Yehezkiel Zefanya, Abhito Tyagasa, Ketut Indrawan Adiguna, Audric Jonathan, Mefiboset Dion, Rival Frizy Adiguna, Bima Hidayah, dan Sulthon Palagan Agung.
Mefiboset Dion dari Starbucks Adhyaksa Jakarta menjadi juara. Abhito Tyagasa dari Starbucks Reserve Mall Kelapa Gading kedua. Rival Frizy Adiguna dari Starbucks AR Hakim Tegal ketiga. Mereka menerima paket perjalanan, voucher MAP, dan hadiah. Pemenang berpeluang tampil di kejuaraan Asia-Pasifik.
Dion menyebut kemenangan sebagai buah latihan tak terhitung di balik bar kopi. Latte art bukan sekadar menuangkan susu di atas espresso. Latte art adalah seni menghadirkan momen spesial dan senyuman di setiap cangkir. Gelar itu dipersembahkan untuk keluarga dan tim.
Anthony menyebut tahun lalu Starbucks mencatat rekor MURI lewat kelas latte art serentak. Tahun ini perusahaan membawa pengalaman ke udara di atas awan. Starbucks ingin mendefinisikan ulang pengalaman pelanggan lewat momen kopi ikonik. Komitmen itu merayakan keahlian, inovasi, dan koneksi.
