Beranda » Dari 500 Perempuan ke Runway: Kisah Miracle Models 2026

Dari 500 Perempuan ke Runway: Kisah Miracle Models 2026

by Maria Atun

HarianBisnis.id-Jakarta Fashion Week 2027 menjadi panggung POND’S Age Miracle menyuarakan “Transform to Transcend” pada 26 Oktober. Tujuh Miracle Models tampil bersama Jennifer Bachdim dan Patricia Gouw. Mereka membawakan “Memento” karya Hian Tjen for Josephine Anni. Usia bukan penghalang berkarya.

Seiring usia, kulit perempuan berubah alami. Sejak usia 20-an, kolagen kulit berkurang sekitar satu persen setiap tahun. Kekencangan dan elastisitas pun menurun. Tanda penuaan perlahan muncul. Penampilan tak lagi muda sering menjadi batasan, baik karena penilaian lingkungan maupun keraguan diri.

Shakina Dharma, Unilever Indonesia, menyebut setiap fase hidup membuka kesempatan perempuan berkembang. Kampanye “Transform to Transcend” mengajak perempuan bertransformasi nyata dan bermakna. Salah satunya dengan konsisten membangun “collagen bank” sejak sekarang. Kulit terawat membuat perempuan lebih percaya diri kini melangkah.

POND’S Age Miracle menghadirkan Hexyl-Retinol yang telah dipatenkan. Kandungan itu membantu menstimulasi produksi kolagen hingga 800 persen. Hasilnya, kulit wajah terasa lebih lifted dan plumpy. Kulit diharapkan mempertahankan youthful bounce. Inovasi ini menjadi dasar pesan transformasi dari waktu ke waktu.

Semangat itu diwujudkan lewat aktivitas bagi perempuan di atas 30 tahun. Diawali “Miracle Model Alumni Gathering” yang mempertemukan alumni berbagi pengalaman. Kampanye “My Miracle Transformation” menginspirasi perempuan mengikuti pencarian “Miracle Models 2026”. Lebih dari 500 perempuan usia 30–70 tahun mendaftar.

Setelah seleksi, 25 semifinalis mengikuti offline curation: talkshow, wawancara, pemotretan, dan penjurian catwalk. Terpilih tujuh finalis “Miracle Models 2026”: Sandra Gunawan, Yocta Pratrista, Loemongga, Sheila Kanti Perucha Tejena, Tanisa Rizki, Niken Paramita Kusuma Wardani, dan Yosi Twentiarani. Mereka mengikuti workshop.

Jennifer Bachdim ikut melangkah di runway. Menjelang usia 40 tahun, ia bersemangat mengejar passion dan mencoba hal baru. Semangat itu diiringi konsistensi merawat diri, termasuk kulit wajah. Ia mengajak perempuan bertransformasi menjadi versi terbaik, bukan sekadar mengejar penampilan lebih muda.

Untuk menerjemahkan pesan melalui fashion, runway menghadirkan koleksi “Memento” dari Hian Tjen for Josephine Anni. Kolaborasi memadukan craftsmanship couture dengan siluet modern, sentuhan feminin elegan, dan desain nyaman. Koleksi mengeksplorasi keindahan bunga Calla Lily lembut menjadi siluet tegas penuh kekuatan.

“Memento” memaknai transformasi sebagai perjalanan tumbuh dan berkembang. Perhatian pada siluet, fit, volume, dan detail membuat busana dirancang untuk terus disimpan, dikenakan kembali, dan menjadi koleksi tak lekang waktu. Pesan sejalan dengan perempuan yang melampaui batasan usia melalui kepercayaan diri.

Melalui runway, POND’S ingin menginspirasi perempuan Indonesia melihat usia bukan batasan, melainkan kesempatan bertumbuh. Investasi perawatan kulit konsisten dan keyakinan pada potensi diri menjadi kunci. Komitmen itu melengkapi perayaan JFW 2027 dan memperkuat pesan bahwa setiap perempuan dapat terus bertransformasi.

You may also like

Leave a Comment