Beranda » Huawei dan BSSN Perbarui MoU, 200 Kegiatan dan 39.000 Peserta Telah Terlibat

Huawei dan BSSN Perbarui MoU, 200 Kegiatan dan 39.000 Peserta Telah Terlibat

by Amalia Putri

HarianBisnis.id-Suasana khidmat menyelimuti ruang penandatanganan ketika Nugroho Sulistyo Budi dan Guo Hailong membubuhkan tanda tangan. Momen itu menandai pembaruan Nota Kesepahaman antara BSSN dan Huawei untuk pengembangan keamanan siber Indonesia. Kerja sama ini telah berlangsung sejak 2019.

Guo Hailong selaku CEO Huawei Indonesia hadir langsung bersama Kepala BSSN dalam upacara tersebut. Sean Yang, Huawei Global Cybersecurity and Privacy Officer, turut menyaksikan penandatanganan yang berlangsung di Jakarta. Ini menjadi tonggak ketiga kalinya MoU diperbarui setelah tahun 2021 dan 2023.

Kemitraan yang telah berjalan hampir satu dekade ini menghasilkan lebih dari 200 kegiatan kolaboratif. Total peserta yang terlibat mencapai lebih dari 39.000 orang dari berbagai kalangan. Program mencakup pengembangan keterampilan di bidang pertahanan berbasis AI dan keamanan siber industri.

Nugroho Sulistyo Budi mengapresiasi komitmen Huawei yang konsisten mendukung pengembangan keamanan siber nasional. “Sektor swasta memiliki peran penting dalam melindungi ruang siber nasional,” ujarnya. Pembaruan MoU ini menjadi momentum memperkuat sinergi membangun kapasitas keamanan siber Tanah Air.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan semangat quad-helix dalam Strategi Keamanan Siber dan Sandi. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks. BSSN berharap Huawei terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan keamanan digital.

Sean Yang menegaskan bahwa kepercayaan menjadi landasan utama dalam setiap kolaborasi. “Membangun ekosistem kepercayaan digital yang tangguh memerlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan,” katanya. Menurutnya, kolaborasi yang erat dapat menciptakan dunia cerdas berbasis kepercayaan digital yang kuat.

Syarbeni, Cyber Security and Privacy Officer Huawei Indonesia, menambahkan bahwa keamanan siber tidak bisa diatasi sendiri. “Diperlukan pendekatan terkoordinasi melibatkan seluruh sektor industri dan masyarakat luas,” ujarnya. Berbagi praktik terbaik dan bekerja sama erat menjadi kunci perlindungan yang lebih baik.

Berbagai inisiatif telah dihasilkan dari kemitraan strategis ini selama bertahun-tahun. Mulai dari penyusunan makalah riset bersama, seminar, pelatihan, hingga kampanye peningkatan kesadaran. Asesmen tingkat kematangan dan pengembangan kapabilitas juga menjadi bagian dari program kolaboratif yang berkelanjutan.

Sinergi ini juga menegaskan komitmen kedua pihak memitigasi tantangan keamanan di era AI. Perkembangan komputasi kuantum turut menjadi perhatian dalam membangun ekosistem digital yang tangguh. Pertukaran pengetahuan lintas negara dan pengembangan talenta dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan pembaruan MoU ini, Huawei dan BSSN berharap lahir berbagai program melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan. Kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan diyakini mampu menjadi katalis pengembangan keamanan siber Indonesia. Kepercayaan digital pun akan terus terbangun demi masa depan yang lebih aman.

You may also like

Leave a Comment