HarianBisnis.id-Di tengah tekanan industri otomotif nasional yang masih diliputi ketidakpastian, PT Astra Otoparts Tbk justru membukukan kinerja gemilang. Emiten komponen otomotif terbesar di Tanah Air itu mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,21 triliun sepanjang tahun 2025, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah perseroan sekaligus pertumbuhan keempat secara berturut-turut.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Senin (23/2/2026), pendapatan bersih perseroan tumbuh 4,4 persen menjadi Rp19,91 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp19,07 triliun. Laba bersih melesat 8,4 persen dari Rp2,03 triliun pada 2024, meskipun angka tersebut telah memperhitungkan laba penjualan aset tetap yang dibukukan di tahun sebelumnya.
Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen Salim mengakui bahwa pencapaian ini bukan sekadar keberuntungan di tengah dinamika pasar. Ia menyebut diversifikasi portofolio dan penguatan ekspor menjadi kunci utama ketahanan perusahaan.
“Di tengah dinamika industri otomotif, perseroan menunjukkan kinerja yang resilien, didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi pada segmen manufaktur dan perdagangan yang diperkuat dengan ekspor,” ujar Hamdhani dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, capaian ini menegaskan kekuatan fundamental perseroan dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang. “Ketangguhan ini menjadi landasan bagi perseroan untuk terus bertumbuh, tercermin dari kenaikan pendapatan dan laba bersih yang mencetak rekor baru dalam empat tahun berturut-turut,” tegasnya.
Manufaktur dan Perdagangan Tumbuh Beriringan
Dari sisi segmen usaha, lini manufaktur membukukan pendapatan bersih Rp10,57 triliun atau tumbuh 4,2 persen. Kontribusi terbesar datang dari penguatan portofolio produk untuk pelanggan original equipment manufacturer (OEM), baik roda dua maupun roda empat, ditambah kinerja ekspor yang solid. Perseroan juga terus menggenjot otomasi dan digitalisasi pabrik untuk menjaga efisiensi dan daya saing.
Sementara segmen perdagangan mencatatkan pendapatan Rp9,34 triliun, naik 4,5 persen. Pertumbuhan ini ditopang ekspansi jaringan ritel yang agresif. Hingga akhir 2025, Astra Otoparts mengoperasikan 654 gerai ritel yang tersebar di berbagai wilayah, meningkat dari 603 gerai pada tahun sebelumnya. Jaringan ini mencakup Astra Otoservice, Super Shop & Drive, Shop & Drive, Shop & Bike, serta Motoquick.
Dari sisi distribusi, perseroan mengandalkan 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang melayani sekitar 15 ribu toko suku cadang di seluruh Indonesia. Platform digital Astra Otoshop juga mulai menunjukkan peran strategis, menjembatani layanan business-to-business (B2B) maupun business-to-consumer (B2C).
Siapkan Pijakan di Era Elektrifikasi
Tidak hanya bertahan, Astra Otoparts juga mulai serius melangkah ke masa depan elektrifikasi. Di segmen manufaktur, perseroan telah memproduksi berbagai komponen kendaraan xEV, seperti auxiliary battery, hybrid damper, hingga battery case. Di sisi lain, perseroan mengembangkan produk EV charging untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Di lini perdagangan, Astra Otoparts mengoperasikan 65 unit infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di 57 lokasi melalui Astra Otopower. Langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus menangkap peluang bisnis baru di masa transisi energi.
Tak hanya otomotif, perseroan juga mulai merambah industri nonotomotif seperti alat kesehatan dan komponen alat berat sebagai upaya menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.
Dari sisi neraca, total aset perseroan tumbuh 7,5 persen menjadi Rp22,62 triliun, dengan ekuitas yang menguat 8,8 persen ke angka Rp16,96 triliun. Penguatan fundamental ini diyakini akan menjadi modal perseroan untuk ekspansi usaha ke depan.
Dengan momentum positif ini, Astra Otoparts optimistis dapat terus menjaga pertumbuhan sekaligus memperkuat posisi sebagai mitra terpercaya dalam industri otomotif nasional dan regional.
