HarianBisnis.id- Debu mulai beterbangan di Sirkuit Bhayangkara Kejayan. Jumat sore itu, tiga perempuan tampak serius di paddock. Diva Zahra, Larasati, dan Patricia Revalina tengah menyiapkan segalanya. Mereka adalah SIMPATI Woman Rally Team yang siap bertarung di Putaran 3 Kejurnas Sprint Rally 2026. Akhir pekan ini, mereka akan melaju di lintasan gravel.
Sirkuit sepanjang 5,2 kilometer itu memiliki karakter tanah dan debu. Berbeda dengan putaran sebelumnya di Semarang. Konsentrasi, presisi, dan adaptasi tinggi menjadi kunci. Empat Special Stage menanti dengan tantangan berbeda. Para pereli harus mampu membaca setiap tikungan dan perubahan permukaan lintasan.
Bagi SWRT, Pasuruan adalah momentum penting. Mereka ingin mengukur perkembangan setelah Putaran 2 di Sirkuit POJ City, Semarang, Juni lalu. Hasilnya cukup positif bagi tim yang masih terbilang baru. Diva Zahra berhasil menembus lima besar Kelas F3. Ia juga memuncaki klasemen Kejuaraan Wanita.
Patricia Revalina tidak kalah bersinar. Ia berhasil menempati posisi ketiga klasemen Kejuaraan Wanita. Namun Larasati harus menghadapi kendala teknis pada mobilnya. Ia belum bisa menunjukkan potensi terbaik. Pengalaman pahit itu menjadi pelajaran berharga. Kini mereka datang dengan tekad lebih kuat.
Rifat Sungkar, mentor sekaligus penggagas tim, menegaskan fokus utama bukan hanya hasil akhir. “Yang kami kejar adalah bagaimana setiap pereli terus berkembang,” ujarnya. Ia melihat progres positif di Semarang. Diva semakin konsisten, Patricia percaya diri. Larasati pun mendapat pengalaman penting setelah kendala teknis.
Menghadapi lintasan full gravel, evaluasi menyeluruh dilakukan. Persiapan tidak hanya pada kendaraan. Kesiapan fisik, teknik mengemudi, dan komunikasi dengan navigator jadi perhatian. Kemampuan membaca karakter lintasan juga terus diasah. Tim ingin tampil maksimal di setiap kesempatan.
Rifat juga mengingatkan misi lebih besar dari tim ini. Mereka ingin membuka ruang bagi perempuan Indonesia berprestasi di motorsport. “Saya ingin mereka dikenal sebagai atlet yang mampu bersaing,” katanya. Proses tidak instan, harus terus belajar dan berani menghadapi persaingan. Jika konsisten, hasil akan mengikuti.
Kehadiran SWRT merupakan komitmen Telkomsel melalui brand SIMPATI. Mereka mendukung talenta muda Indonesia dan memberi inspirasi. Generasi muda diajak berani mengejar passion dan prestasi. Dunia balap bukan lagi domain eksklusif laki-laki. Perempuan juga bisa bersaing di tingkat nasional.
Perjalanan SWRT di Kejurnas Sprint Rally 2026 adalah proses pembangunan. Setiap putaran menjadi kesempatan belajar dan meningkatkan kemampuan. Mental bertanding pun terus diperkuat. Mereka tidak hanya berlomba, tetapi juga membangun fondasi karier. Masa depan pereli wanita Indonesia mulai terbentuk di sini.
Memasuki Putaran 3 di Pasuruan, optimisme menyelimuti tim. Mereka siap menunjukkan perkembangan positif. Persaingan terbaik akan diberikan di lintasan. Debu dan tikungan gravel bukan penghalang. Tiga perempuan Indonesia siap membuktikan bahwa kecepatan dan ketangguhan tidak mengenal gender. Akhir pekan ini, mereka akan melaju.
