Beranda » INSIGHT dan Masa Depan Konektivitas Indonesia yang Tak Lagi Rapuh

INSIGHT dan Masa Depan Konektivitas Indonesia yang Tak Lagi Rapuh

by Maria Atun

HarianBisnis.id- Di dasar Selat Malaka, kabel sepanjang 1.123 kilometer membentang tanpa suara. Setiap detik, miliaran paket data melintas di dalamnya. Kabel itu bernama INSIGHT. Ia menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura dalam satu tarikan napas digital yang tak terlihat mata.

Indonesia memiliki 235 juta pengguna internet pada 2026. Tingkat penetrasinya menembus 81,72 persen dari total populasi. Ekonomi digital nasional diproyeksikan melampaui USD130 miliar tahun ini. Jumlah ini terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan itu menuntut infrastruktur yang mampu menampung lonjakan data setiap detik.

Kebutuhan bandwidth melonjak sepuluh kali lipat di era AI. Pusat data di Jakarta dan Batam menjadi indikator kuat peningkatan komputasi. Kapasitas data center nasional mencapai 580 MW pada semester I 2026. Pemerintah tengah menggodok tambahan 1,3 GW dengan investasi USD15 miliar hingga USD20 miliar. Tanpa backbone yang kuat, ambisi itu akan tersendat.

PT Jala Lintas Media resmi memperkenalkan INSIGHT dengan kapasitas 30 Tbps. Kabel ini menghubungkan tiga titik strategis: Jakarta, Batam, dan Singapura. Kapasitas sebesar itu menjadikannya salah satu jalur bawah laut terbesar milik perusahaan swasta nasional. Langkah ini menandai transformasi JLM dari pemain domestik menjadi pemain regional.

Singapura adalah pusat data center terbesar di Asia Tenggara. Kapasitas terpasangnya mencapai 1.043 MW. Cloud, layanan digital, dan hyperscaler global berpusat di sana. Indonesia membutuhkan jalur langsung ke ekosistem itu. INSIGHT hadir sebagai jembatan yang menghubungkan dua ekosistem digital yang saling membutuhkan.

CEO PT Jala Lintas Media, Victor Irianto, menyebut INSIGHT sebagai milestone penting. Perusahaan yang berdiri sejak 2009 itu kini melangkah ke panggung internasional. “Kami menghadirkan tambahan kapasitas dan jalur konektivitas yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura,” ujarnya. INSIGHT memperkuat posisi JLM di ekosistem konektivitas regional.

INSIGHT menawarkan International Private Leased Circuit dan IP Transit. Layanan ini menyasar operator telekomunikasi, ISP, dan penyedia cloud. Rute Jakarta-Batam-Singapura memberi route diversity yang memperkuat ketahanan jaringan. Ketika jalur lain bermasalah, INSIGHT menjadi alternatif yang andal. Diversifikasi rute adalah kunci konektivitas yang tangguh.

JLM bukan pemain baru di industri konektivitas. Perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 5.000 kilometer jaringan fiber optik. Portofolionya mencakup Bnetfit untuk broadband, NexByte untuk data center, dan Mahavira untuk managed services. INSIGHT melengkapi ekosistem itu ke ranah internasional, memperluas jangkauan yang selama ini bersifat domestik.

Momentumnya tidak bisa lebih tepat. Indonesia dan Singapura baru meresmikan kabel Nongsa-Changi berkapasitas 1,6 Pbps pada Juli 2026. Triasmitra juga menggelar SKKL Rising 8 dengan kapasitas 400 Tbps. Koridor Batam-Singapura kini menjadi salah satu jalur digital paling strategis di Asia Tenggara. INSIGHT memperkuat posisi JLM di koridor yang sama.

Perjalanan JLM dari penyedia internet lokal menjadi pemilik backbone bawah laut internasional bukan cerita semalam. Butuh 16 tahun, lebih dari 500 karyawan, dan keberanian mengambil risiko besar. INSIGHT adalah bukti bahwa perusahaan nasional mampu bersaing di infrastruktur yang selama ini didominasi pemain global. Di bawah laut, kabel itu terus bekerja tanpa henti.

You may also like

Leave a Comment