Beranda » EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Ketahanan Bencana Nasional

EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Ketahanan Bencana Nasional

by Maria Atun

HarianBisnis.id-Alarm darurat berbunyi di Hall D JIExpo Kemayoran. Puluhan perusahaan global memamerkan peralatan penyelamatan tercanggih. Pameran B2B internasional Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Indonesia 2026 resmi bergulir. Event ini berlangsung tiga hari hingga Jumat, 14 Agustus 2026.

Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik dengan risiko bencana tinggi. Pameran ini menjadi momentum memperkuat kesiapsiagaan nasional. Konferensi, seminar teknis, pelatihan, hingga business matching digelar serentak. Seluruh rangkaian dirancang untuk meningkatkan kapasitas tanggap darurat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama ketahanan bencana.

Sri Vista Limbong, Project Director Seven Event, menekankan tujuan di balik pameran ini. “EDRR Indonesia 2026 lebih dari sekadar ajang pameran produk,” ujarnya. Ruang kolaborasi inklusif menghubungkan industri, pemerintah, akademisi, dan mitra internasional. Pertukaran pengetahuan dan penyelarasan standar keselamatan menjadi fokus utama. Kerja sama nyata dibangun untuk memperkuat ketahanan bencana Indonesia.

Hari pertama, Rabu, menghadirkan pembahasan kebijakan riset nasional bersama BRIN. Kementerian Perindustrian turut membahas inovasi transisi energi di panggung utama. Seminar Keselamatan Kerja bertema Building Disaster-Resilient Workplaces juga digelar. Penandatanganan kerja sama perdagangan luar negeri dengan produsen energi hijau berlangsung. Pemaparan teknis rantai pasok kendaraan listrik dan daya darurat melengkapi agenda.

Memasuki hari kedua, Kamis, fokus beralih pada Aksi Merespons Peringatan Dini. BMKG membahas penggunaan Impact-Based Forecast dalam sistem peringatan dini nasional. Pemantauan ancaman bencana dan penyebaran informasi melalui cell broadcast dikaji. Kecerdasan buatan dan data besar dimanfaatkan untuk komunikasi risiko. Aksi kesiapsiagaan ramah disabilitas dan anak juga menjadi perhatian serius.

Sesi Khusus Kerja Sama Industri Medis G60 Indonesia-Tiongkok digelar hari kedua. Peresmian komite ekspor dan fasilitas produksi bersama menjadi agenda utama. Penandatanganan MoU memperkuat kemitraan kedua negara di bidang medis. Forum Pemadam Kebakaran Cerdas membahas pengadaan alat keselamatan digital. Risiko kebakaran baterai kendaraan listrik dan penggunaan drone turut dikaji.

Hari ketiga, Jumat, diisi dengan aksi kemanusiaan dan pelatihan praktis. Bekerja sama dengan UN-OCHA, peringatan Hari Kemanusiaan Dunia digelar meriah. Pelatihan basic life support dari Kementerian Kesehatan diikuti puluhan peserta. MER-C Indonesia memberikan pelatihan pinjat jantung atau CPR secara langsung. Keterampilan penyelamatan nyata diajarkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

Forum Sinergi Darurat Maritim dan Kepulauan menjadi sorotan hari terakhir. Pembaruan sistem SAR nasional dan aturan ruang udara untuk drone dibahas. Teknologi kapal penyelamat dan energi ramah lingkungan di transportasi laut dikaji. Pengiriman logistik darurat ke pulau-pulau terluar menjadi perhatian khusus. Sinergi lintas sektor memperkuat keselamatan wilayah perairan Indonesia.

Sesi Business Matching berlangsung sepanjang tiga hari pameran berlangsung. Penyedia teknologi, produsen alat keselamatan, dan instansi pemerintah bertemu langsung. Peluang kerja sama investasi dan alih teknologi dijajaki secara intensif. Pengadaan solusi kesiapsiagaan darurat menjadi target utama pertemuan bisnis. Kolaborasi global dan lokal tercipta dalam satu ruang pameran.

Dari Kemayoran, semangat ketahanan bencana nasional semakin menguat. EDRR Indonesia 2026 membuktikan kolaborasi mampu menghadapi ancaman darurat. Teknologi, kebijakan, dan sumber daya manusia bersatu padu. Indonesia semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana. Masa depan keselamatan bangsa dimulai dari kesiapan hari ini.

You may also like

Leave a Comment